SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Hampir mencapai Gaza, Israel memerintahkan militer mencegah kapal kemanusiaan Freedom Flotila
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Internasional

Hampir mencapai Gaza, Israel memerintahkan militer mencegah kapal kemanusiaan Freedom Flotila

admin01
admin01
Published Juni 11, 2025
Share
3 Min Read
Kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan
SHARE

TEL AVIV – Pemerintah Israel pada Ahad (8/6/2025) menugaskan militer untuk mencegah kapal bantuan yang hendak menuju Gaza. Kapal tersebut membawa 12 aktivis, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg.

“Saya telah memerintahkan militer untuk mencegah armada Madleen mencapai Gaza,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, dalam pernyataan resmi. Ia juga menuding para aktivis sebagai “corong propaganda Hamas” dan menyebut Thunberg sebagai “antisemit”.

Kapal tersebut bertolak dari Sisilia, Italia, pada 1 Juni lalu dengan membawa bantuan kemanusiaan yang terdiri dari susu formula bayi, tepung, beras, popok, pembalut wanita, perlengkapan desalinasi air, obat-obatan, kruk, dan prostetik anak-anak.

Anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan, yang ikut serta dalam pelayaran itu, menyatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan misi kemanusiaan hingga detik terakhir. “Kami adalah warga sipil, tidak bersenjata. Hanya membawa bantuan kemanusiaan,” katanya kepada kantor berita AFP.

Greta Thunberg, berbicara kepada Middle East Eye dari atas kapal pada Selasa lalu mengatakan bahwa pemerintah telah gagal dalam menanggapi krisis kemanusiaan di Gaza. “Kini, giliran kita untuk bertindak sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab,” kata Thunberg.

“Kita tidak bisa hanya diam menyaksikan ini terjadi. Kita sedang melihat sebuah genosida terjadi, setelah puluhan tahun mengungkapkan sistematis, pembersihan etnis, dan pendudukan,” lanjutnya.

Israel telah memberlakukan blokade total terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza selama 11 pekan berturut-turut, sebelum akhirnya pelonggaran sebagian larangan pada 19 Mei lalu. Namun pengiriman terbatas melalui PBB dan skema bantuan yang didukung AS mendapat banyak kritik karena dinilai tidak efektif.

Sebelumnya, pada Mei lalu, kapal lain yang juga diorganisasi oleh Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition/FFC), yakni kapal Conscience , gagal melanjutkan perjalanan setelah dihantam dua drone di dekat perairan Malta.

Sejak kejadian mematikan pada tahun 2010 terhadap kapal Mavi Marmara , yang mengakibatkan 10 aktivisme terbunuh dalam aksi penyergapan oleh pasukan Israel, otoritas Israel secara rutin menghentikan kapal-kapal yang berusaha menembus blokade laut terhadap Gaza.

Israel telah menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Jalur Gaza selama 18 tahun terakhir, dengan dalih untuk mencegah penyelundupan senjata kepada kelompok Hamas. Namun, blokade ini dikritik secara luas oleh komunitas internasional karena membantu krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan siapa pun menembus blokade tersebut. “Israel akan bertindak terhadap setiap upaya untuk menerobos blokade atau membantu organisasi teroris, melalui laut, udara, atau darat,” ujarnya.

Armada Madleen menjadi misi terbaru dari serangkaian upaya sipil internasional yang bertujuan menyampaikan bantuan langsung ke Gaza dan menantang kebijakan pengepungan Israel. Para aktivis aktivisme menegaskan bahwa misi mereka murni kemanusiaan dan tidak memiliki afiliasi dengan kelompok bersenjata mana pun.

Pemerintah Israel hingga kini belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai tindakan apa yang akan diambil terhadap tersebut jika tetap berusaha mendekati wilayah Gaza.***(Source Gaza Media Net & AFP).

You Might Also Like

WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Gaza, PBB Sebut Resiko Kelaparan Makin Meluas

Greta Thunberg berlayar menuju Gaza: Kita tidak bisa diam menonton genosida

PBB: Seluruh rumah sakit di Gaza Utara tak lagi beroperasi

Masjid Umar bin Khattab, jejak sejarah Islam di jantung kota tua Yerusalem

Korban tewas di Gaza tembus 62.000, krisis kemanusiaan makin parah

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

DPRDKaltara

Soeharto Resmi Sandang Gelar Pahlawan Nasional, DPRD Kaltara: Keputusan yang Tepat

Desember 3, 2025
Opini

“Tiada Bukber tanpa Velocity” : Tren atau Kecanduan Sosmed?

Maret 28, 2025
DPRDKaltara

DPRD Kaltara Hadiri Musda III Golkar, Syarwani Kembali Terpilih Secara Aklamasi

Desember 3, 2025
KaltaraTarakan

Warga Tarakan Desak Pembentukan Lembaga Independen untuk Awasi Penyaluran Bantuan Sosial

Juli 24, 2025
DPRDKaltara

Pelantikan Pengurus Hanura Kaltara 2025–2030, Ketua DPRD Hadir Beri Dukungan

November 15, 2025
KaltaraPemprov

Pemprov Dorong Usulan Pahlawan Nasional dari Kaltara

Desember 1, 2025

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?