NUNUKAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong pemerataan akses energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. Salah satunya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025 yang menyasar ribuan rumah tangga di Kaltara.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Rabu (4/3). Program ini menjangkau sebanyak 1.787 rumah tangga di berbagai wilayah di Kalimantan Utara.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, bersama Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati Zainal, serta Wakil Ketua TP PKK Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala.
Sekprov Kaltara Denny Harianto mengatakan bahwa keberadaan listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya sebagai penerangan tetapi juga mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
“Listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, hingga usaha masyarakat,” ujarnya.
Dari total penerima manfaat, sebanyak 1.516 rumah tangga mendapatkan bantuan melalui APBN Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara 271 rumah tangga lainnya dibiayai melalui APBD Provinsi Kaltara.
Pemerintah berharap program tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, terutama untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain program BPBL, Pemprov Kaltara juga terus berupaya memperluas pembangunan listrik desa, khususnya di wilayah yang masih terisolasi dan belum terjangkau jaringan listrik.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati Zainal mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta PT PLN (Persero) dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar sekaligus simbol kemajuan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk percepatan target akses listrik 100 persen hingga ke daerah terpencil dan perbatasan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***(dkisp)



