TARAKAN – Minggu pagi, 19 Oktober 2025, simpang empat Grand Tarakan Mall (GTM) akan menjadi pusat kepedulian dan suara nurani warga Kota Tarakan. Ratusan orang dari berbagai kalangan dan organisasi masyarakat dipastikan tumpah ruah mengikuti “Aksi Solidaritas Peduli Palestina”, sebuah gerakan kemanusiaan yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan.
Aksi damai ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia lahir dari keprihatinan mendalam terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih hidup dalam bayang-bayang kekerasan, blokade, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Di tengah dunia yang terus berubah, suara kemanusiaan tetap harus bergema dan dari Tarakan, suara itu akan kembali terdengar.

Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Lapangan, Syamsi Sarman, mengatakan seluruh persiapan aksi telah rampung. Dukungan datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi Islam besar seperti MUI, NU, Muhammadiyah, dan sejumlah komunitas lintas iman.
“Kami menggandeng 26 ormas yang sudah konfirmasi hadir. Semua berangkat dari semangat kemanusiaan, bukan sekadar keagamaan,” ujar Syamsi saat dihubungi detikKalimantan, Jumat (17/10) sore.
Berbeda dari aksi-aksi massa pada umumnya, kegiatan ini akan berlangsung tanpa konvoi atau arak-arakan. Seluruh rangkaian acara mulai dari orasi kemanusiaan, doa bersama, hingga penggalangan dana akan terpusat di perempatan GTM.
“Kami ingin menjaga suasana damai. Fokus kami menyampaikan pesan kemanusiaan dan menggalang donasi untuk rakyat Palestina,” tegasnya.
Panitia memperkirakan sedikitnya 500 peserta akan hadir, namun jumlah itu bisa bertambah karena undangan bersifat terbuka bagi seluruh warga.
“Kami mengajak semua lapisan masyarakat. Tak ada batas agama, suku, atau golongan. Siapa pun yang punya nurani kemanusiaan, silakan datang,” kata Syamsi.
Menariknya, BAZNAS Tarakan berencana menjadikan aksi ini agenda rutin bulanan, dengan lokasi bergilir di titik-titik publik seperti Pasar Gusher dan Boom Panjang. Langkah ini diharapkan menjaga bara kepedulian agar tak padam oleh waktu.
Untuk menjaga ketertiban, panitia telah berkoordinasi dengan Polres Tarakan dan mengantongi izin resmi pelaksanaan.
“Kegiatan ini murni damai. Kami sudah dapat dukungan penuh dari aparat kepolisian dan memastikan semua berjalan tertib,” tambahnya.
Hubungan Indonesia dan Palestina bukanlah hal baru. Sejak masa awal kemerdekaan, bangsa Palestina menjadi salah satu yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia. Kini, giliran rakyat Indonesia menunjukkan balasan solidaritas itu. Aksi-aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa tidak ada manusia yang layak diperlakukan secara tidak manusiawi, di mana pun dan oleh siapa pun.
“Ini bukan donasi agama, tapi donasi kemanusiaan,” tutup Syamsi. “Kami ingin semua warga Muslim dan nonMuslim bersatu dalam kasih sayang dan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Palestina.”
Dengan semangat persaudaraan lintas iman, Aksi Solidaritas Peduli Palestina di Tarakan bukan hanya sebuah kegiatan, melainkan seruan nurani bahwa kemanusiaan tidak memiliki batas. Dari kota kecil di utara Kalimantan, pesan besar akan bergema: Indonesia bersama Palestina, untuk kemanusiaan dan keadilan dunia.***(ARM02)





