BANTEN – Keterbatasan anggaran dan minimnya perhatian pengurus tak menyurutkan langkah Gladiator Taekwondo Tarakan untuk terus mengukir prestasi. Dengan semangat juang tinggi, tim asal Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menorehkan hasil membanggakan pada ajang Internasional Inter Student Taekwondo Championship 3 yang digelar di Indoor Stadium Bojong Nangka, Banten, pada 26–28 Desember 2025 lalu.
Kejuaraan internasional Grade B tersebut diikuti oleh atlet dari empat negara, yakni Filipina, Vietnam, Malaysia, dan India.
Gladiator Taekwondo menurunkan 20 atlet, didampingi 2 pelatih dan 2 ofisial, sebagai bagian dari upaya evaluasi dan tolok ukur pembinaan atlet usia dini hingga prestasi.
Pelatih Gladiator Taekwondo Herwinda Rahmawahyuni, S.Hut, menyampaikan, bahwa seluruh atlet yang dibina memiliki potensi besar apabila berada di tangan yang tepat dan mendapat pembinaan berkelanjutan.
“Dalam segala keterbatasan, kami tetap berusaha bekerja keras membina prestasi. Semua atlet itu adalah potensi. Tugas kami adalah menjaga dan mengarahkannya,” ujarnya.
Herwinda mengungkapkan, meski menghadapi jadwal padat dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, karena hanya berjarak tiga hari dari keikutsertaan pada KONI Cup Cibubur, para atlet Gladiator tetap tampil kompetitif. Bahkan, tim harus langsung berpindah lokasi dari Cibubur ke Banten tanpa waktu pemulihan yang ideal.
Hasilnya, Gladiator Taekwondo sukses mengamankan 2 medali perak dan 1 perunggu pada kategori prestasi, serta 11 medali emas dan 9 perak pada kategori pemula. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat kejuaraan berlangsung selama tiga hari penuh dengan persaingan ketat antarnegara.

“Alhamdulillah, seluruh atlet bertanding dalam lindungan Allah SWT. Hasil ini patut disyukuri, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” tambahnya.
Menurut Pelatih berlisensi nasional ini, Usai kejuaraan di Banten, Gladiator Taekwondo belum bisa beristirahat. Tim dijadwalkan kembali turun gelanggang pada ajang Battle of the Maestro Championship 2026 di Makassar, yang akan digelar 16–18 Januari 2026, atau hanya berjarak sekitar 1,5 minggu dari kejuaraan internasional tersebut.
Herwinda menegaskan, jika dua kejuaraan Grade B yang diikuti menjadi catatan penting dalam pembinaan atlet ke depan, baik dari sisi teknik, mental bertanding, maupun manajemen kompetisi.
Pada kesempatan itu, apresiasi khusus disampaikannya kepada para orang tua atlet Gladiator yang dinilai solid dan penuh pengorbanan.
“Kami sangat berterima kasih kepada orang tua Gladiator yang rela mengeluarkan biaya pribadi. Di tengah minimnya perhatian, baik dalam pembinaan prestasi maupun fasilitas latihan, dukungan orang tua menjadi kekuatan utama kami,” ungkap Herwinda
Ia juga menegaskan bahwa membawa nama daerah di level nasional dan internasional bukan perkara mudah. Ada keringat, air mata, luka, dan mental yang diuji demi mengharumkan nama daerah di ujung Indonesia.
“Ketika atlet bertanding, yang ditanya adalah asal daerahnya, bukan siapa pelatihnya, bukan siapa orang tuanya,” tegasnya.

Melalui capaian ini, Sebagai Pelatih Gladiator Taekwondo Herwinda berharap adanya perhatian dan sinergi yang lebih kuat antara pengurus cabang olahraga dan pemerintah daerah, khususnya dalam hal pembinaan prestasi dan penyediaan fasilitas yang layak bagi atlet-atlet berpotensi di Kalimantan Utara.***(ARM02)





