TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, menilai provinsi termuda di Indonesia ini memiliki peluang besar untuk tampil sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional. Dengan wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang relatif sedikit, Kaltara dianggap memiliki modal strategis yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Dalam pernyataannya, Jufri menekankan bahwa sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan merupakan bidang yang harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Ia menyebut fokus tersebut selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
JB, sapaan akrabnya, juga menyoroti banyaknya lahan kosong yang belum diberdayakan secara produktif. Menurutnya, lahan-lahan tersebut seharusnya dapat dikembangkan menjadi aset pemacu ekonomi daerah selama pengelolaannya mengikuti aturan yang berlaku.
“Kaltara memiliki keunggulan wilayah yang luas, tetapi masih banyak lahan yang belum dimaksimalkan. Selama pemanfaatannya sesuai dengan koridor hukum dan Peraturan Daerah, lahan itu bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Jufri, Kamis (4/11/25).
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai pedoman utama dalam pemanfaatan lahan. Kejelasan tata ruang, kata Jufri, mutlak diperlukan untuk mencegah tumpang tindih batas wilayah maupun potensi sengketa lahan antara pemerintah dan masyarakat.
“Jika RTRW sudah tersusun dengan baik, maka potensi konflik dapat diminimalkan. Semua pihak akan mengetahui hak, kewajiban, serta peruntukan setiap kawasan secara jelas,” tutupnya.***





