TANA TIDUNG – Di bawah terik matahari siang yang menyengat, beberapa warga tampak sibuk mengangkat cangkul, sekop, dan karung berisi tanah. Di sepanjang jalan poros provinsi yang membelah Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT), suara canda dan kerja sama terdengar bersahutan. Mereka bukan petugas dinas, bukan pula kontraktor — melainkan warga yang peduli dengan keselamatan sesama pengguna jalan.
Inisiatif itu datang dari Kades Desa Gunawan Jones Lasung, yang mengaku tidak tega melihat banyak pengendara yang terjatuh akibat jalan berlubang, terutama di malam hari saat kondisi jalan gelap tanpa penerangan.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ujarnya sembari mengusap keringat di dahi. “Kami sudah sering lihat orang jatuh, apalagi saat hujan, lubangnya tertutup air. Sangat berbahaya.”

Bersama puluhan warga RT 01, pada Jumat Siang (17/10/25), Jones Lasung menggerakkan kerja bakti untuk menimbun lubang-lubang di sepanjang jalan poros provinsi. Dengan peralatan sederhana dan bahan seadanya, mereka menutup titik-titik rawan agar pengendara bisa melintas dengan aman.
Menurut wayan, salah satu warga yang turut berpartisipasi, kegiatan ini lahir dari rasa tanggung jawab dan solidaritas warga terhadap lingkungan mereka.
“Kami tidak bisa menunggu terus, Jadi kami gotong royong saja. Yang penting jalan bisa sedikit lebih aman untuk dilewati,” katanya.
Kerja bakti itu berlangsung penuh semangat. Ada yang mengangkut tanah, ada yang mengisi lubang, sementara yang lain mengatur lalu lintas agar pengendara tetap bisa melintas dengan aman. Suasana yang terbangun begitu hangat, seolah menggambarkan nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat pedesaan.
Meski perbaikan yang dilakukan hanya sementara, warga berharap langkah kecil mereka bisa menjadi pesan bagi pemerintah agar segera melakukan perbaikan permanen, termasuk pemasangan lampu penerangan jalan.
“Ini merupakan kepedulian bapak kades kepada kami warga Gunawan agar kami bisa aman untuk melewati jalan ini, makax beliau meminta tanah timbunan untuk mengurangi lobang yang ada. Kami ingin jalan ini aman, tidak ada lagi korban jatuh. Ini jalur utama bagi warga, anak sekolah, bahkan pengendara dari luar daerah,” tambah warga lainnya, yakni Stefanusyabo.

Aksi sederhana warga Desa Gunawan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial tidak selalu menunggu instruksi atau bantuan. Terkadang, perubahan besar dimulai dari langkah kecil — dari sekop, cangkul, dan niat tulus untuk menjaga keselamatan bersama.
Pemerintah Propinsi Kaltara menyatakan telah menganggarkan untuk perbaikan jalan poros ini, yang kemungkinan akan dikerjakan akhir tahun 2025 ini.***(ARM02)





