SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Potongan pizza terakhir: Kisah-kisah dari pembantaian di restoran Thai di Gaza.
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Internasional

Potongan pizza terakhir: Kisah-kisah dari pembantaian di restoran Thai di Gaza.

admin01
admin01
Published Mei 10, 2025
Share
5 Min Read
Pembantaian Restoran Thailand di Gaza (Sumber: ALjazeera.net)
SHARE

Jalur Gaza – Di kota yang tertidur oleh raungan pesawat dan terbangun oleh dentuman bom, tak ada lagi yang utuh.

Masa kanak-kanak hilang sebelum sempat mekar, kebahagiaan menjadi barang langka, bahkan sesuap makanan kini menjadi bagian dari perjuangan hidup.

Di setiap sudut wilayah yang terkepung ini, tumbuh kisah-kisah nestapa. Cerita-cerita itu tertulis dengan air mata para ibu dan darah warga sipil yang tak bersalah.

Agresi militer Israel terus melaju, dan setiap hari menorehkan bab baru dalam buku luka rakyat Gaza.

Salah satu bab termutakhir terjadi di sebuah restoran sederhana di barat Kota Gaza. Bukan sekadar statistik korban, tragedi ini memperlihatkan wajah manusia dari perang yang tak kenal belas kasihan.

Berikut adalah fragmen-fragmen pilu dari serangan di Restoran Thai, yang akan tetap hidup dalam ingatan, sebagai saksi luka yang belum sembuh.

Pelukan pertama yang menjadi perpisahan terakhir

Yahya Subaih, seorang jurnalis Palestina, baru saja menyambut kelahiran anak perempuannya.

Diunggahnya sebuah foto yang memperlihatkan ia mendekap bayi mungil itu di pelukannya—sebuah momen bahagia yang tak bertahan lama.

Hanya berselang beberapa jam, Yahya gugur dalam serangan udara Israel yang menghantam Restoran Thai di Gaza.

Foto itu menjadi saksi bisu: sang bayi, yang mungkin belum sempat diberi nama resmi, kehilangan ayahnya di hari pertama kehidupannya.

“Ulang tahun pertamanya adalah hari ia menjadi yatim. Foto pertamanya bersama ayahnya adalah juga yang terakhir,” tulis salah seorang warganet Palestina.

Yang terjadi dalam setengah hari itu adalah rangkuman kehidupan: kelahiran, kehilangan, kenangan, pertemuan, dan perpisahan. Semua dalam waktu yang begitu singkat.

Pizza terakhir dan impian yang tak sempat terwujud

Seorang karyawan restoran mengenang dua gadis muda yang datang memesan pizza. Ia masih ingat percakapan mereka:

“Ah, mahal banget,” kata salah satu.

“Ya udah, kita makan pizza dulu sebelum mati, siapa tahu gak sempat lagi,” jawab temannya.

Ia kemudian mengetahui salah satu dari mereka meninggal dalam serangan tersebut. Nasib temannya masih belum jelas.

“Ini bukan adegan film. Ini Gaza. Di sini, mimpi hanyalah sepotong pizza, dan takdir datang dalam bentuk rudal,” tulis seorang pengguna media sosial.

Penjual kopi kecil yang tak kembali

Seorang bocah lelaki, mungkin belum genap sepuluh tahun, setiap hari menyusuri jalan-jalan Gaza membawa ceret kopi dan cangkir-cangkir plastik.

Bukan untuk bermain, melainkan membantu keluarganya bertahan di tengah blokade dan krisis pangan yang mendera Gaza.

Ia kerap terlihat di sekitar Restoran Thai hingga suatu hari, rudal menghantam. Darahnya bercampur dengan kopi yang masih panas.

Pelanggan-pelanggannya, para pejalan kaki berubah menjadi korban, antara yang gugur dan terluka.

Sebuah video memilukan memperlihatkan seorang gadis memeluk tubuh bocah itu, cangkir kopi masih tergenggam di tangannya. Darah mengalir dari kepalanya. Sebuah fragmen kecil dari kekejaman yang lebih besar.

Noah dan ulang tahun yang terakhir

Noah Daoud Al-Saqa, bocah lelaki dari Gaza, baru saja merayakan ulang tahunnya.

“Ini hari terbaik dalam hidupku!” katanya dengan tertawa lebar.

Keluarganya mengabadikan momen itu dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Tak sampai sehari kemudian, serangan ke Restoran Thai merenggut nyawanya. Kegembiraan yang langka itu berubah menjadi perpisahan selamanya. Gelak tawanya menghilang, tertimbun reruntuhan.

“Piring itu seharusnya milik saya”

Seorang perempuan yang biasa menyelesaikan pekerjaannya di Restoran Thai menulis kesaksian di media sosial.

“Saya duduk di aula, tiga meja dari titik ledakan. Saat itu suasana biasa. Lalu, tiba-tiba: teriakan, asap, bau mesiu yang saya kenal, serpihan kaca, orang-orang berlarian.”

Seorang lelaki di dekatnya menyentuh tubuhnya sendiri dan berseru panik.

“Kak, lihat, ada yang aneh gak di badan saya?” katanya.

Ia terhuyung karena syok. Ambulans berdatangan.

“Piring itu disiapkan untuk saya… sebelum semuanya berubah jadi jeritan. Di negeri kematian, tak ada tempat yang benar-benar tenang,” tutupnya.

Pernikahan yang tak pernah terjadi

Di tengah segala nestapa, beredar sebuah pesan singkat yang membuat hati tercekat. Keluarga calon pengantin di Gaza mengirimkan pesan kepada para tamu.

“Kami mohon maaf. Pernikahan dibatalkan karena calon pengantin pria telah gugur,” pesannya.

Pesan itu, menurut para warganet, benar-benar dikirimkan oleh keluarga yang tengah bersiap menggelar pesta. Tetapi maut lebih cepat datang.

Gaza, hidangan terakhir bisa jadi hidup yang terakhir

Tragedi di Restoran Thai hanyalah satu dari sekian banyak yang terjadi setiap harinya di Gaza. Di sana, hal-hal biasa seperti memesan makanan, merayakan ulang tahun, bekerja di kedai, atau sekadar duduk diam dapat berubah menjadi peristiwa terakhir dalam hidup.

Gaza terus menulis kisahnya sendiri, dalam darah dan air mata. Dunia mencatat, tetapi pertanyaannya tetap: sampai kapan luka ini akan dibiarkan menganga?***(Source : Gaza Media Channel)

You Might Also Like

MUI: Rencana Israel habisi Hamas dan duduki Gaza bentuk kekalapan penjajah

11 warga Gaza yang dibebaskan Israel langsung dilarikan ke rumah sakit

Israel merencanakan misi kemanusiaan Freedom Flotilla dekat Gaza

Seorang warga Palestina gugur, puluhan terluka dalam serangan militer Israel di Nablus

Tantang ancaman Israel, Kapal Freedom Flotilla tembus Mesir menuju Gaza

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

KaltaraTarakan

Kapolda Kaltara Kembali Kunjungi Selumit Pantai, Dorong Perubahan Citra Kampung Narkoba Menjadi Kampung Yang Lebih Berwarna

Maret 2, 2025
BulunganKaltara

Sorotan Tambang Galian C Kaltara, Komisi Informasi Tegaskan, Jangan Persulit yang Legal

April 23, 2026
Nasional

Indonesia tolak visi “Israel Raya” yang digaungkan Netanyahu

Agustus 21, 2025
KaltaraPemprov

Sekprov Ajak Perangkat Daerah Optimalkan Pendapatan dan Belanja

Agustus 11, 2026
KaltaraPemprov

Hadiri Sertijab Komandan Lantamal XIII Tarakan, Gubernur Harapkan Sinergi Terus Terjalin

Agustus 25, 2025
KaltaraTarakan

Pj Sekprov Kaltara Paparkan Strategi Penguatan Perbatasan di Hadapan Pasis Sesko TNI

Mei 20, 2025

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?