KALIMANTAN UTARA — Pembangunan kawasan industri berskala besar di Kalimantan Utara dinilai perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Gagasan tersebut menjadi dasar hadirnya SINERGI KALTARA, sebuah inisiatif yang mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan Kawasan Industri Tanah Kuning.
Kalimantan Utara memiliki puluhan ribu UMKM yang tersebar di berbagai daerah dengan potensi produk dan jasa yang beragam. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam mengakses pasar, memperluas jaringan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta masuk ke dalam rantai pasok industri.
Melalui SINERGI KALTARA, kesenjangan tersebut diharapkan dapat dijembatani dengan membuka akses pasar, memperkuat rantai pasok lokal, sekaligus mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan agar UMKM mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas sehingga dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi yang ditimbulkan oleh investasi dan pembangunan kawasan industri.
Kehadiran kawasan industri di Tanah Kuning diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kaltara, termasuk menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta pasar baru bagi produk dan jasa lokal.
SINERGI KALTARA menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur dan aktivitas industri, tetapi turut menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa luas manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Kaltara sedang tumbuh. Saatnya masyarakat lokal tumbuh bersama pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perubahan. (ARY)



