NUNUKAN — Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, terus mendorong pemahaman tentang pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan daerah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengarusutamaan Gender kepada para pelajar SMA dan MA di Kabupaten Nunukan.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan konsep pembangunan yang inklusif sejak dini kepada generasi muda. Dalam kesempatan itu, para pelajar diajak memahami peran kesetaraan gender dalam menciptakan pembangunan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Tamara juga membagikan momen kebersamaan bersama para siswa yang berlangsung penuh antusias dan interaktif.
“Terima kasih adik-adik yang super aktif dan bersemangat mengikuti kegiatan sampai akhir. Energinya terasa sekali,” tulisnya.
Ia menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih terbuka terhadap prinsip kesetaraan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan partisipasi sosial.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pembahasan Ranperda Pengarusutamaan Gender di tingkat Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kaltara telah selesai dilakukan. Meski demikian, proses legislasi masih berlanjut pada tahapan berikutnya.
Ranperda tersebut dijadwalkan memasuki tahap harmonisasi bersama Kementerian Hukum dan HAM sebelum dilanjutkan ke proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri.
DPRD Kalimantan Utara menargetkan seluruh tahapan tersebut dapat berjalan lancar sehingga Ranperda Pengarusutamaan Gender dapat segera disahkan menjadi Peraturan Daerah dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Apabila telah disahkan, regulasi ini diharapkan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang gender.***



