SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Plt Karo Hukum Kaltara Tegaskan Perda Wajib Jamin Kepastian Hukum Pasca UU Penyesuaian Pidana
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KaltaraPemprov

Plt Karo Hukum Kaltara Tegaskan Perda Wajib Jamin Kepastian Hukum Pasca UU Penyesuaian Pidana

admin01
admin01
Published April 17, 2026
Share
4 Min Read
SHARE

TANJUNG SELOR – Pembentukan produk hukum daerah di Kalimantan Utara kini memasuki babak baru. Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, pemerintah daerah dituntut lebih cermat dan terarah dalam menyusun regulasi, dengan menempatkan kepastian hukum atau rechtszekerheid sebagai prinsip utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Hukum Provinsi Kalimantan Utara, Iswandi, menegaskan bahwa setiap produk hukum daerah, khususnya Peraturan Daerah (Perda), wajib diselaraskan dengan sistem hukum nasional yang baru, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Penyesuaian ini penting untuk memastikan tidak ada lagi tumpang tindih atau konflik norma antara Perda dan peraturan yang lebih tinggi. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Iswandi.

Menurutnya, lahirnya UU Penyesuaian Pidana merupakan bagian dari reformasi hukum nasional yang membawa perubahan signifikan, terutama dalam sistem pemidanaan. Salah satu perubahan mendasar adalah dihapuskannya pidana kurungan dalam Perda dan digantikan sepenuhnya dengan pidana denda berbasis kategori.

Iswandi mengungkapkan, selama ini masih ditemukan sejumlah Perda yang belum selaras dengan perkembangan hukum nasional. Kondisi ini berpotensi menimbulkan multitafsir hingga melemahkan efektivitas penegakan hukum di daerah.

“Produk hukum daerah tidak cukup hanya sah secara formal, tetapi juga harus implementatif dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep rechtszekerheid tidak hanya menyangkut kejelasan norma, tetapi juga konsistensi dalam penerapan. Karena itu, proses pembentukan Perda harus dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, penyusunan, harmonisasi, hingga evaluasi yang ketat.

Lebih jauh, Iswandi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Peran pemerintah provinsi dinilai strategis dalam melakukan pembinaan dan fasilitasi agar standar regulasi di seluruh wilayah Kaltara tetap selaras.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti banyaknya Perda yang harus direvisi serta keterbatasan sumber daya manusia, ia optimistis proses penyesuaian dapat berjalan optimal dengan komitmen bersama.

“Produk hukum daerah harus jelas, tidak multitafsir, dan bisa dilaksanakan. Inilah esensi rechtszekerheid yang ingin kita wujudkan,” ujarnya.

Perubahan Besar dalam Pembentukan Perda

Seiring berlakunya UU Penyesuaian Pidana, terdapat sejumlah mekanisme dan ketentuan baru yang wajib diperhatikan pemerintah daerah dalam menyusun maupun merevisi produk hukum, di antaranya:

1. Transformasi Sanksi Pidana

Perda tidak lagi diperbolehkan memuat pidana kurungan. Seluruh sanksi pidana harus dikonversi menjadi pidana denda dengan sistem kategorisasi, dengan batas maksimal hingga Kategori III. Penulisan nominal rupiah secara langsung juga mulai ditinggalkan.

Selain itu, meskipun konversi dapat dilakukan secara otomatis melalui undang-undang, pemerintah daerah tetap disarankan menyusun Perda khusus tentang penyesuaian pidana guna menghimpun dan memperbarui ketentuan lama agar lebih terintegrasi.

2. Tahapan Penyesuaian Lebih Ketat

Dalam proses penyusunan atau revisi Perda, pemerintah daerah wajib melakukan inventarisasi dan pemetaan regulasi yang terdampak, dilanjutkan dengan kajian harmonisasi agar tidak bertentangan dengan KUHP baru.

Koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM juga menjadi keharusan, terutama untuk memastikan kesesuaian substansi dan teknik perumusan. Selanjutnya, Perda yang terdampak harus diprioritaskan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

3. Dorong Sanksi Administratif

Arah kebijakan hukum daerah kini juga bergeser dengan mengedepankan sanksi administratif, seperti teguran, denda administratif, atau pencabutan izin, sebagai instrumen utama penegakan hukum. Sanksi pidana ditempatkan sebagai langkah terakhir (ultimum remedium).

Di akhir pernyataannya, Iswandi menegaskan bahwa pembentukan produk hukum daerah ke depan harus mampu menjawab tiga tujuan utama hukum, yakni kepastian, keadilan, dan kemanfaatan.

“Dengan regulasi yang selaras dan berkualitas, kita harapkan perlindungan hukum bagi masyarakat Kalimantan Utara semakin optimal,” pungkasnya.

You Might Also Like

Ribuan Peserta Ramaikan Kaltara Begimpor 2025 

Lawan Narkoba, DPRD Kaltara Minta Masyarakat Tarakan Lebih Sigap dan Berani Melapor

DPRD Kaltara Minta Pertamina Tindak Tegas Penyalur BBM yang Nakal

Mahasiswa Dan Massa Demo Masih Bertahan Di DPRD Tarakan Usai Dialog Dan Penandatanganan

Raperda Pengembangan Perbukuan Kaltara Dapat Dukungan Kementerian

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

KaltaraPemprov

Kejurprov Petanque jadi Ajang Pencarian Atlet Unggulan

Juli 20, 2025
KaltaraPemprov

Pemprov Gelar Evaluasi Program Kesehatan, Optimalkan Capaian Program 

November 27, 2025
DPRDKaltara

RPJMD Kaltara 2025–2029 Disahkan, Jadi Kompas Pembangunan Lima Tahun ke Depan

November 12, 2025
DPRDKaltara

Wakil Ketua DPRD Kaltara Sambut Kedatangan Jusuf Kalla, Momentum Penguatan Peran DMI dan PMI di Daerah

November 16, 2025
DPRDKaltara

Supa’ad Hadianto Hadiri Peresmian SMAN 5 Tarakan, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan

Maret 1, 2026
KaltaraPemprov

Pasca Dilantik Presiden, Zainal-Ingkong Ala Fokus Wujudkan Konektifitas Antar Wilayah di Kaltara

Februari 20, 2025

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?