TARAKAN – Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (PW KKST) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jaminan Asuransi Usaha, serta pemaparan tugas dan fungsi anggota DPRD dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe dan restoran di kawasan Perumnas, Kota Tarakan, Minggu (14/6/2026) tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari PT Bank Mandiri, PT Askrindo, Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, serta diikuti ratusan warga KKST.
Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua PW KKST Kaltara, sambutan Dewan Pembina PW KKST Kaltara, evaluasi kinerja organisasi, hingga pemaparan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua PW KKST Provinsi Kalimantan Utara, Jufri, SHut, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi organisasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pembiayaan usaha dan perlindungan aset melalui asuransi.
“Kegiatan hari ini merupakan rapat koordinasi Pengurus Wilayah KKST Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang kami rangkai dengan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat dan asuransi usaha mikro. Tujuannya agar warga KKST semakin memahami akses permodalan dan perlindungan usaha yang tersedia,” ujar Jufri.
Menurutnya, warga KKST di Kota Tarakan berjumlah sekitar 14 ribu jiwa dan sebagian besar bergerak di sektor usaha mikro, perdagangan, perikanan, serta sektor produktif lainnya. Karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, PT Bank Mandiri menjelaskan berbagai kemudahan akses KUR bagi pelaku UMKM, termasuk skema pembiayaan yang dapat diperoleh tanpa agunan untuk plafon tertentu.
“Kami ingin warga memahami bahwa akses modal usaha saat ini semakin mudah. Dengan pemahaman yang baik mengenai layanan perbankan, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kredit secara tepat untuk mengembangkan usahanya,” kata Jufri.
Selain itu, PT Askrindo turut memaparkan berbagai produk perlindungan usaha dan aset masyarakat, mulai dari asuransi rumah tinggal, asuransi usaha mikro, hingga perlindungan sektor perikanan yang banyak digeluti warga KKST.
Jufri menilai program asuransi tersebut sangat bermanfaat karena memberikan perlindungan terhadap risiko yang tidak diharapkan, seperti kebakaran maupun kerugian usaha lainnya, dengan premi yang relatif terjangkau.
“Kami berharap masyarakat mulai menyadari pentingnya asuransi. Dengan biaya yang relatif ringan, aset maupun usaha yang dimiliki bisa mendapatkan perlindungan apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengurus wilayah, pengurus pilar, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga KKST dari berbagai wilayah di Kota Tarakan.
Meski jumlah peserta yang hadir masih sebagian kecil dari total warga KKST di Tarakan, Jufri menegaskan bahwa informasi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan akan terus kami lanjutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat organisasi, serta mendorong kesejahteraan warga KKST di Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga perbankan, perusahaan penjaminan dan asuransi, serta unsur legislatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di Kalimantan Utara. (AR)



