TARAKAN – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Budaya Tidung Banua (YALATIB) Provinsi Kalimantan Utara menggelar syukuran sekaligus meresmikan sekretariat barunya yang berlokasi di Jalan Sei Sesayap, PT IDEC, RT 8, Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal penguatan peran YALATIB dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Tidung di Kalimantan Utara.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang dihadiri jajaran pengurus DPP YALATIB, anggota, tokoh masyarakat, perwakilan paguyuban, serta organisasi perempuan di Kota Tarakan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua mewakili Ketua Umum YALATIB, Syahril menyampaikan bahwa peresmian sekretariat bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkenalkan keberadaan Lembaga Budaya Tidung Banua kepada masyarakat Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan.
Ia mengungkapkan bahwa YALATIB telah resmi memperoleh pengesahan dari pemerintah pusat pada 10 Juli 2026, sehingga organisasi kini memiliki legalitas untuk menjalankan berbagai program yang berfokus pada pelestarian adat, budaya, serta pemberdayaan masyarakat Tidung.
“Melalui syukuran ini kami ingin memperkenalkan bahwa Lembaga Budaya Tidung Banua telah hadir di Kota Tarakan. Tujuan utama kami adalah menjaga dan mempertahankan budaya Tidung agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Syahril.
Menurutnya, eksistensi budaya Tidung saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat perkembangan zaman dan perubahan sosial.
Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, agar nilai-nilai adat dan budaya tetap hidup serta diwariskan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Lembaga Budaya Tidung Banua (YALATIB), Agus Nirwanto, menjelaskan bahwa organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menghidupkan kembali budaya dan adat Tidung yang mulai mengalami penurunan eksistensi.
Ia mengatakan, keberadaan sekretariat di Kota Tarakan diharapkan menjadi pusat koordinasi sekaligus ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam menyusun program pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, hingga pengembangan seni dan tradisi Tidung.
“Tujuan pembentukan lembaga ini adalah melestarikan sekaligus membesarkan kembali budaya adat Tidung yang mulai berkurang. Kami ingin mempersatukan masyarakat melalui nilai-nilai budaya Tidung sebagai identitas daerah pesisir Kalimantan Utara,” kata Agus.
Melalui sekretariat yang baru diresmikan tersebut, YALATIB berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, paguyuban, akademisi, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Tidung.
Keberadaan sekretariat ini diharapkan menjadi pusat aktivitas pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat Tidung sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus agar tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi.



