TARAKAN — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Syamsuddin Arfah, menyoroti kondisi sarana dan prasarana di SMKN 4 Tarakan yang dinilai masih belum memenuhi standar kelayakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Perhatian tersebut disampaikan setelah jajaran Komisi IV DPRD Kaltara melakukan peninjauan langsung ke sekolah tersebut dalam rangka melihat kondisi fasilitas pendidikan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan.
Dalam kunjungan itu, rombongan dewan menemukan sejumlah ruang kelas yang masih memprihatinkan. Sekitar 10 ruang belajar diketahui belum memiliki plafon, sementara kondisi dinding dan lantai juga masih sangat sederhana.
“Kalau dilihat secara jujur, kondisi ini belum layak. Ruang kelas tidak memiliki plafon, dinding dan lantainya masih seadanya. Suasananya seperti ruang darurat, bahkan mirip gudang,” ujar Syamsuddin.
Ia menilai kondisi tersebut cukup ironis mengingat sekolah tersebut memiliki banyak peminat, terutama karena program kejuruan di bidang teknologi informasi yang cukup diminati para siswa.
Syamsuddin menjelaskan, keterbatasan lahan yang dimiliki sekolah membuat pembangunan gedung bertingkat menjadi solusi paling realistis untuk menambah kapasitas ruang belajar.
Karena itu, Komisi IV DPRD Kaltara mendorong pemerintah daerah agar segera membahas rencana pembangunan tersebut secara serius melalui koordinasi antara pihak legislatif dan eksekutif.
Ia juga mengusulkan agar pembangunan gedung baru di SMKN 4 Tarakan dapat menggunakan skema anggaran tahun jamak atau multiyears, sehingga pembangunan dapat dilakukan secara bertahap hingga tuntas.
“Perlu ada komitmen bersama agar pembangunan ini bisa berjalan berkelanjutan. Skema multiyears memungkinkan setiap tahun ada alokasi anggaran yang jelas sampai gedung bertingkat selesai dibangun,” katanya.
Menurutnya, dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran berkelanjutan, fasilitas pendidikan di sekolah tersebut diharapkan dapat segera ditingkatkan sehingga mampu menunjang kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa.***



