TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Dr. Mustaqim, SST., SE., M.Si di ruang kerja Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (27/2).
Audiensi membahas capaian indikator sosial ekonomi Kaltara tahun 2025 sekaligus sinergi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Turut mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bertius, S.Hut.
Zainal menyampaikan apresiasi kepada BPS Kaltara atas koordinasi yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa data statistik yang akurat harus menjadi rujukan utama dalam menjalankan visi pembangunan Kaltara sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Program BPS, khususnya Sensus Ekonomi tahun ini, akan kita dukung bersama. OPD terkait harus ikut membantu agar pelaksanaannya berjalan lancar,” ujar Zainal.
Ia juga meminta DKISP Kaltara untuk memperkuat publikasi dan sosialisasi sensus ekonomi agar masyarakat memahami pentingnya pendataan tersebut.
Zainal menegaskan bahwa hasil sensus akan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat transformasi ekonomi Kaltara, termasuk pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru menuju visi Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.
Sementara itu, Mustaqim memaparkan bahwa perekonomian Kaltara sepanjang 2025 tumbuh sebesar 4,56 persen (c-to-c) dan berkontribusi 8,13 persen terhadap perekonomian Pulau Kalimantan.
Ia menjelaskan struktur ekonomi Kaltara masih didominasi sektor pertambangan, pertanian, perdagangan, konstruksi, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan.
“Pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Kaltara 2025. Namun konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi, dan sektor pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja,” jelasnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Audiensi berlangsung hangat dan konstruktif, menegaskan komitmen bersama Pemprov Kaltara dan BPS untuk memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data demi kesejahteraan masyarakat Bumi Benuanta. (dkisp)



