TARAKAN – Aksi demonstrasi oleh Aliansi Utara yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Tarakan sempat memanas.
Dorongan antara massa dan aparat keamanan terjadi ketika para demonstran mencoba memasuki area gedung untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Namun, ketegangan itu berhasil diredam dan situasi kembali kondusif setelah perwakilan anggota DPRD Tarakan keluar menemui massa.
Dalam momen mediasi tersebut, beberapa perwakilan massa tampak duduk bersama dan menandatangani dokumen sebagai simbol komunikasi dan kesungguhan mereka dalam menyampaikan aspirasi.
Mahasiswa dan massa aksi kini masih bertahan di sekitar Gedung DPRD Tarakan. Mereka ingin memastikan bahwa suara mereka benar-benar sampai kepada DPR-RI melalui perantara DPRD Kota Tarakan
Aksi ini mengangkat tiga tuntutan utama Pertama, pembatalan tunjangan baru DPR RI yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Kedua, pengesahan kebijakan pro-rakyat, termasuk RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat, serta kebijakan yang memperkuat kesejahteraan dan pendidikan.
Ketiga, Reformasi Polri agar lebih profesional, akuntabel, transparan, dan humanis
Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, menyatakan kesiapan pihaknya untuk meneruskan aspirasi tersebut ke DPR-RI, khususnya melalui tiga anggota DPR dari Dapil Kalimantan Utara Dedy Sitorus, Rahmawati, dan Hasan Saleh
Sementara itu, Kapolres Tarakan oleh AKBP Erwin S. Manik, mengapresiasi jalannya aksi yang tetap tertib dan memastikan pengamanan dilakukan dengan pendekatan tanpa kekerasan
“Kami berharap aksi ini tetap berjalan damai hingga selesai,” ujurnya.***(ARM02)





