TARAKAN — Kesempatan tidak datang dua kali bagi siapa pun yang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Hal itulah yang dirasakan Nur Fadillah Hamzah, mahasiswa semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT), saat mengikuti program PLP (Pengenalan Lapangan Profesi) Luar Negeri Sea Teacher di Universitas Northern Philippines, Vigan City, Filipina.
Selama 30 hari penuh, Nur Fadillah menjalani pengalaman akademik sekaligus kultural yang tak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk cara pandangnya sebagai calon pendidik. Program Sea Teacher ini menjadi jembatan bagi mahasiswa FKIP UBT untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan internasional, sekaligus mengasah kemampuan mengajar di lingkungan multikultural.
Setiap hari, Nur Fadillah berinteraksi langsung dengan siswa-siswi Elementary School, mengajar, bermain, dan belajar bersama anak-anak yang penuh semangat. Bahasa dan budaya yang berbeda bukan menjadi penghalang, melainkan justru tantangan menyenangkan yang menghadirkan pengalaman belajar dua arah.
“Pengalaman ini sangat luar biasa dan tidak terlupakan. Saya belajar banyak tentang sistem pendidikan dan budaya Filipina, sekaligus berbagi pengalaman dengan guru-guru dan anak-anak di sana,” ujar Nur Fadillah dengan penuh antusias.
Tak hanya berkutat di ruang kelas, perjalanan Nur Fadillah di Filipina juga diwarnai berbagai kegiatan yang memperkaya pengalaman personalnya. Bersama peserta lainnya, ia mengikuti Dalilasat—kegiatan jalan-jalan edukatif—mengunjungi museum bersejarah, kebun binatang, hingga menjelajahi sudut-sudut ikonik Vigan City dan kawasan Ilocos Sur yang terkenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya.

Interaksi dengan guru-guru lokal membuka wawasan baru tentang pendekatan pembelajaran, manajemen kelas, hingga cara membangun kedekatan emosional dengan peserta didik. Hal-hal sederhana, seperti senyum siswa saat memahami pelajaran, menjadi momen kecil yang membekas kuat dalam ingatan.
“Saya sangat senang bisa mengajar anak-anak di Elementary School dan melihat mereka belajar dengan gembira. Semua kegiatan yang saya ikuti benar-benar menyenangkan dan bermanfaat,” tuturnya.
Keindahan alam dan kekayaan budaya Filipina pun meninggalkan kesan mendalam. Dari arsitektur kolonial Vigan hingga keramahan masyarakat setempat, semuanya menjadi bagian dari pengalaman utuh yang membentuk perjalanan akademik sekaligus kehidupan Nur Fadillah.
“Saya juga sangat terkesan dengan keindahan alam dan budaya Filipina. Suatu hari nanti, saya berharap bisa kembali dan melanjutkan penelitian tentang pendidikan di sana,” tambahnya.
Program PLP LN Sea Teacher ini diharapkan terus menjadi wadah bagi mahasiswa FKIP UBT untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi mengajar, serta membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di kancah internasional.
Kisah Nur Fadillah Hamzah menjadi bukti bahwa pengalaman lintas negara bukan sekadar perjalanan, melainkan investasi berharga bagi masa depan dunia pendidikan.***(ARM02)





