TANJUNG SELOR – Popularitas mini soccer yang terus meroket di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara. Komisi IV DPRD Kaltara mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat alokasi anggaran pada sektor pembinaan kepemudaan dan olahraga agar mampu mengikuti perkembangan yang terjadi di lapangan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Vamelia Ibrahim, menegaskan bahwa perkembangan mini soccer terlihat sangat pesat dalam dua tahun terakhir. Mulai dari pembangunan lapangan baru, pertumbuhan komunitas pecinta mini soccer, hingga penyelenggaraan berbagai turnamen di sejumlah kabupaten/kota.
“Perkembangan mini soccer di Kaltara sangat cepat. Ini menunjukkan minat generasi muda yang luar biasa sehingga diperlukan dukungan anggaran yang lebih kuat dari pemerintah daerah,” ungkap Vamelia, Rabu (3/12/25).
Ia mengatakan, sudah saatnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara menyesuaikan strategi pembinaan agar selaras dengan tren mini soccer yang tengah digandrungi. Menurutnya, potensi lahirnya atlet-atlet muda berbakat sangat terbuka jika ada pembinaan yang terarah.
“Kami meyakini peluang pembinaan atlet mini soccer terbuka lebar. Tinggal bagaimana pemerintah memperkuat programnya secara terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, Vamelia menilai bahwa anggaran pembinaan perlu ditingkatkan, tidak hanya untuk pengembangan atlet, tetapi juga untuk peningkatan fasilitas. Ia menyebut dengan tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah tidak boleh membiarkan sarana olahraga stagnan tanpa pengembangan berarti.
Politisi PAN itu juga mengingatkan bahwa tren mini soccer membawa dampak positif bagi anak muda, baik dari sisi aktivitas fisik, kreativitas, hingga pembentukan budaya olahraga.
“Antusiasme publik sudah sangat tinggi. Tugas pemerintah kini adalah memastikan dukungan anggaran seimbang agar pembinaan bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.***





