SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Sarasehan Kebhinekaan Bahas Tantangan Kebebasan Beragama dalam Perspektif Konstitusi dan Sosial
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KaltaraTarakan

Sarasehan Kebhinekaan Bahas Tantangan Kebebasan Beragama dalam Perspektif Konstitusi dan Sosial

admin01
admin01
Published September 5, 2025
Share
5 Min Read
SHARE

TARAKAN – Upaya memperkuat nilai toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama terus digalakkan di Kota Tarakan. Hal ini terlihat dalam kegiatan Sarasehan Kebhinekaan yang mengangkat tema “Tantangan Kebebasan Beragama dalam Perspektif Konstitusi Negara dan Sosial”.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari Kementrian Agama Kota Tarakan, FKUB Kota Tarakan, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), FKUB Muda, Kota Tarakan, Kesbangpol Kaltara, Densusu 88, KNPI Kaltara Serta Puluhan Perwakilan Mahasiswa Kota Tarakan. Dalam sambutannya, perwakilan Kemenag menegaskan peran penting kementerian sebagai representasi kehadiran negara dalam menjaga hak dan kewajiban umat beragama. Kamis malam (04/09/2025)

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya Pdt. Dr. Yance Pomantaw, M.Th., M.Pd.K. dari Majelis Umat Kristen Kota Tarakan, perwakilan Densus 88 Fitrah, KNPI Kaltara , Kepala Kemenag Tarakan, perwakilan FKUB Tarakan Ust. Syamsi Sarman, perwakilan Kesbangpol Kaltara, serta perwakilan Polres Tarakan.

Sedikitnya 60 peserta turut hadir dalam sarasehan ini, yang terdiri dari perwakilan pemuda gereja-gereja di Tarakan, lembaga keumatan, organisasi Mahasiswa, FKUB Muda, FKUB Tarakan, hingga organisasi kedaerahan. Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya memahami kebebasan beragama bukan hanya sebagai hak konstitusional, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang harus dijaga bersama. Media massa dan masyarakat luas diingatkan untuk tidak terjebak pada provokasi maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Kepala Kemenag Tarakan menegaskan, kegiatan semacam ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat semangat persaudaraan lintas iman. “Kebebasan beragama adalah hak yang dijamin negara, namun pelaksanaannya harus tetap menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan FKUB Tarakan, Ust. Syamsi Sarman, menyampaikan bahwa acara ini sangat strategis, terutama dalam mengajak generasi muda untuk membicarakan isu kerukunan.

“Materi yang saya sampaikan lebih pada aspek kerukunan, bagaimana membangun kesadaran bersama di tengah kebhinekaan. Jika narasumber lain menyoroti aspek hukum dan kebijakan, saya fokus pada pentingnya persaudaraan dan harmoni sosial,” jelasnya.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti masih minimnya dialog lintas agama yang kerap memperlebar jarak antarumat. Selain itu, faktor ketidakadilan sosial dan ekonomi juga dinilai sering menjadi pemicu ketegangan di masyarakat.

Meski demikian, solusi tetap ada. Penegakan hukum yang adil, pendidikan multikultural, dan peningkatan dialog lintas iman dinilai sebagai langkah penting. Tokoh agama serta masyarakat juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam menumbuhkan sikap toleran dan saling menghargai.

“Banyak tamu yang datang ke Kalimantan Utara mengagumi kondusifitas kehidupan beragama di sini, khususnya Tarakan. Kondisi damai ini harus terus dirawat agar tidak terjadi konflik horizontal seperti di daerah lain,” tambah Syamsi.

Pdt. Dr. Yance Pomantaw, M.Th., M.Pd.K. dari Majelis Umat Kristen Kota Tarakan Juga menyampaikan bahwa Minimnya dialog lintas agama dan lintas iman kerap memperlebar jarak antarumat. Selain itu, faktor ketidakadilan sosial maupun ekonomi sering kali menjadi pemicu ketegangan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.

Namun, tantangan tersebut bukan tanpa solusi. Penegakan hukum yang adil, tanpa memihak, menjadi langkah pertama yang sangat penting. Keadilan, sebagaimana diajarkan dalam semua agama, bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan spiritual. Dalam ajaran Kristen misalnya, keadilan merupakan perintah Tuhan yang harus dijalankan dalam kehidupan.

Upaya lain yang tidak kalah penting adalah penguatan pendidikan multikultural dan peningkatan dialog lintas agama. Pemerintah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah berperan dalam menjaga keharmonisan ini. Selain itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi teladan dalam menumbuhkan toleransi, serta memperkuat kerja sama lintas organisasi maupun lembaga keagamaan.

Dari perspektif teologis, setiap agama pada dasarnya mengajarkan nilai kasih, perdamaian, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Roma pasal 12 ayat 18: “Hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Hal ini menegaskan bahwa kehidupan beragama bukan hanya kewajiban konstitusional, tetapi juga merupakan panggilan iman untuk membangun persaudaraan sebangsa.

Kebebasan beragama adalah hak yang dijamin oleh konstitusi, sekaligus menjadi tanggung jawab sosial seluruh elemen bangsa. Tantangan tentu ada, namun dengan semangat toleransi, dialog, dan kerja sama, segala persoalan bisa diatasi. Indonesia adalah rumah bersama, di mana keragaman bukanlah alat untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya kehidupan berbangsa.

Sarasehan Kebhinekaan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara tokoh agama, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan. Dengan semangat toleransi dan dialog lintas iman, Tarakan serta Kalimantan Utara diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang damai, toleran, dan berkeadaban. (**)

You Might Also Like

Wagub Ajak IKA SMKN 1 Tanjung Selor Bersinergi Membangun Pendidikan Vokasi 

Adopsi QRIS di Kaltara Kian Masif, 131 Ribu Pengguna hingga Transaksi Merambah Pelabuhan Laut

Muhammad Nasir Usulkan Empat Langkah Strategis Atasi Banjir Lumbis Nunukan

Pemprov Salurkan Bantuan Keuangan Tanggap Bencana Rp1 Milliar di Sumatera 

Munas Aspeksindo Ke-3, Gubernur Tekankan Pengelolaan Hasil Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat 

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

Blog

Persiapan Porprov II Kaltara 2026 Dimatangkan, Gubernur Minta Koordinasi Terus Diperkuat

Agustus 6, 2026
KaltaraTana Tidung

DitPam Obvit Polda Kaltara Laksanakan Pengamanan VIP Kunjungan Menkes RI

Februari 22, 2025
KaltaraTana Tidung

Ketika Warga Desa Gunawan Bergerak: Gotong Royong Menambal Lubang Demi Keselamatan Bersama

Oktober 17, 2025
Blog

Polda Kaltara Sita 907 Botol dan 51 Kaleng Minuman Beralkohol, Hasil Operasi Pekat Kayan 2025

Maret 3, 2025
Blog

Festival Budaya Irau ke-11 dan Hari Jadi Malinau ke-26, Wagub Harapkan Malinau Menjadi Tonggak Pembangunan di Kaltara 

Oktober 7, 2025
KaltaraPemprov

FKP 2026, Pemprov Dorong Peningkatan Mutu Layanan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Agustus 11, 2026

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?