SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: “Tiada Bukber tanpa Velocity” : Tren atau Kecanduan Sosmed?
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Opini

“Tiada Bukber tanpa Velocity” : Tren atau Kecanduan Sosmed?

admin01
admin01
Published Maret 28, 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi yang menggambarkan trend bukber saat ini
SHARE

Oleh : CB

Dulu Bukber (Buka Bersama) adalah soal temu kangen, ngobrol seru, dan menikmati makanan setelah seharian berpuasa. Sekarang hal tersebut beralih seolah-olah menjadi festival konten. Bayangkan saja, berbuka puasa yang dahulunya adalah ritual sakral penanda berakhirnya puasa, sekarang menjadi kurang afdhal jika tidak disertai dengan ritual wajib lainnya, yaitu rekaman dramatis untuk postingan media sosial.

Apa Itu Tren Velocity di TikTok?

Velocity adalah efek edit video yang membuat gerakan jadi lebih dramatis—bisa dipercepat atau diperlambat, lengkap dengan musik yang mendukung suasana. Hasilnya, video jadi terlihat dramatis apalagi jika ditambah dengan gerakan tertentu yang juga dilakukan influncer yang sedang tren, akhirnya berpotensi terafiliasi dengan algoritma besar, dan memberikan viralitas terhadap konten tersebut. Tapi, pertanyaannya adalah mana yang lebih penting, buka puasa atau membuat konten?

Restoran Menjadi Studio Produksi

Saat satu orang sibuk syuting, yang lain terpaksa menahan lapar, menatap makanan yang sudah mulai dingin. Bukannya ngobrol, malah sibuk memilih filter terbaik. Sementara itu, perut tetap kosong karena lebih banyak waktu dihabiskan untuk editing ketimbang makan.

Tapi sejak kapan makan butuh pascaproduksi lebih lama dari durasi makannya, atau sejak kapan kita lebih peduli bagaimana sesuatu terlihat daripada bagaimana sesuatu dirasakan.

Dampak Psikologis: Tren atau Kecanduan?

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan bisa menurunkan harga diri dan meningkatkan stres. Ada dorongan konstan untuk tampil sempurna dan mendapatkan validasi dari jumlah like serta views. Bukannya menikmati momen, kita malah sibuk memastikan apakah Velocity kita sudah cukup estetik atau belum. Akhirnya momen buber berubah makna menjadi persiapan validasi viewer bukan lagi pertemuan sakral yang bernilai ibadah.

Dampak dari hal ini, kita seakan haus terhadap validasi penggemar tanpa memperhatikan hal-hal yang substansial misalnya konteks privat atau publik dari suatu momen, atau hal-hal tertentu yang tidak ingin dipublikasi oleh teman makan kita. Hal ini memang menjadi bias konteks akibat keinginan kita untuk mendapatkan validasi dari viewers. Pertanyaannya kemudian apakah momen privat yang dinikmati oleh publik merupakan momen privat yang bermakna secara hubungan interpersonal, atau maknanya hanya sekedar jumlah view, like, dan comment. Ini menjadi penting soal bias makna dalam eksistensi kita, apakah kita benar-benar makhluk di dalam realitas, atau kita benar-benar sekedar makhluk virtual.

Momen yang Mana yang Akan Kita Kenang?

Beberapa tahun dari sekarang, saat membuka galeri dan melihat video Velocity bukber, apakah kita akan tersenyum karena ingat betapa serunya kebersamaan itu? Atau justru sadar bahwa kita hanya sibuk menciptakan kenangan untuk kamera, bukan untuk diri sendiri?

Karena pada akhirnya, makanan yang terbaik adalah yang dinikmati, bukan yang diedit.***(BY CB Opinian)

You Might Also Like

Polisi Juga Manusia: Dilema di Balik Seragam Cokelat

OPINI: Dalam lapar, mereka menolong kita—Palestina dan hutang solidaritas Indonesia

MBG di Perbatasan: Diberi ke Orang Tua atau Diperbaiki Sistem Rekanan?

Memaknai Sila ke 5 Pancasila Melawan Abuse Of Power..!!! 

Membangun Tarakan Menjadi Kota Kreatif

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

Internasional

Potongan pizza terakhir: Kisah-kisah dari pembantaian di restoran Thai di Gaza.

Mei 10, 2025
DPRDKaltara

Komarudin Apresiasi Program Pakuwaja Tarakan, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

November 26, 2025
DPRDKaltara

Atasi Ketimpangan Ekonomi, DPRD Minta Koperasi Diperkuat di Kaltara

Desember 2, 2025
DPRDKaltara

Komisi IV DPRD Kaltara Tindak Lanjut Evaluasi Kesiapan RSUD dr. H. Jusuf SK dalam Penerapan KRIS

November 13, 2025
KaltaraNunukan

Hj. Rahmawati Zainal A. Paliwang Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Nunukan Timur, Tekankan Pentingnya Keutuhan NKRI di Perbatasan

Mei 17, 2025
KaltaraNunukan

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Soroti Penghapusan Tunjangan Guru: Ketimpangan Kewenangan Tak Boleh Korbankan Pendidikan di Perbatasan

April 22, 2025

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?