TARAKAN — Di tengah menjamurnya jajanan kekinian, banana crispy masih menjadi primadona di kalangan pencinta camilan manis. Di Tarakan, Tengku, seorang pelaku UMKM yang menekuni usaha banana crispy dan olahan pisang lainnya, membuktikan bahwa konsistensi kualitas dan kecakapan membaca pasar menjadi kunci bertahan sekaligus berkembang.
Berangkat dari kecintaannya pada pisang, Tengku merintis usaha ini setelah menemukan inspirasi dari berbagai konten di media sosial. Dari sekadar ide, banana crispy kini menjelma menjadi sumber penghidupan yang terus ia kembangkan dengan penuh perhitungan.

“Kalau mau banana crispy yang enak, bahan bakunya tidak boleh asal. Pisang raja cocok untuk banana lumer, sementara pisang sanggar lebih pas untuk banana roll dan banana nugget,” ujar Tengku saat ditemui.
Bagi Tengku, kualitas rasa harus berjalan beriringan dengan strategi pemasaran. Ia menyadari, di era digital, produk yang baik saja tidak cukup tanpa kehadiran aktif di media sosial. Setiap hari, ia rutin mengunggah konten untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjaga interaksi dengan pelanggan.
“Saya up media sosial setiap hari. Bukan cuma jualan, tapi juga membangun komunikasi dengan pelanggan,” katanya.
Upaya tersebut berbuah manis. Dalam sebulan, Tengku menargetkan penjualan hingga 500 kotak banana crispy dengan harga ramah di kantong, di bawah Rp20 ribu per kotak. Menurutnya, harga terjangkau adalah cara agar produknya bisa dinikmati semua kalangan.

“Saya ingin banana crispy ini bisa dijangkau siapa saja, terutama yang suka manis dan penggemar pisang,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada penjualan, Tengku juga menaruh perhatian besar pada kepuasan pelanggan. Ia tak segan menyesuaikan produk sesuai permintaan, termasuk mengganti cokelat biasa dengan cokelat glaze demi selera konsumen.
“Selama bisa dipenuhi, saya usahakan. Pelayanan yang baik itu penting supaya pelanggan mau kembali,” tambahnya.
Dengan kombinasi bahan baku yang tepat, pemasaran digital yang konsisten, serta pelayanan yang responsif, Tengku optimistis usahanya akan terus berkembang. Ia berharap, banana crispy racikannya bisa menjadi salah satu yang terbaik dan paling diminati di Tarakan.
Di balik renyahnya banana crispy, tersimpan cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan keberanian membaca peluang—sebuah potret UMKM yang tumbuh dari hobi, lalu dirawat dengan strategi.***(Nur Fadillah Hamzah)



