NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Nunukan, Muhammad Nasir, menyampaikan empat rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah guna menangani banjir yang kerap melanda Kecamatan Lumbis dan sekitarnya secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Rekomendasi pertama menitikberatkan pada optimalisasi penanganan darurat. Nasir meminta posko siaga banjir diaktifkan selama 24 jam, ketersediaan logistik dan dapur umum dipastikan aman, serta layanan kesehatan diperkuat. Ia juga menegaskan pentingnya evakuasi prioritas bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Kedua, ia mendorong pembentukan sistem peringatan dini yang terintegrasi. Mengingat banjir dipengaruhi kiriman debit air dari wilayah hulu bahkan lintas negara, diperlukan alat monitoring debit air secara real-time, koordinasi antardaerah hingga lintas batas, serta penyampaian informasi yang cepat kepada masyarakat sebelum air mencapai wilayah hilir.
Ketiga, Nasir meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur. Evaluasi sedimentasi, penguatan tanggul, serta penataan kawasan bantaran sungai di zona rawan dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Keempat, ia membuka opsi relokasi sukarela sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, banjir yang terjadi hampir setiap tahun menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan pemindahan permukiman warga dari zona berisiko tinggi.
“Relokasi bukan berarti menggusur, tetapi bentuk perlindungan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir tahunan,” ujarnya.
Ia menekankan, relokasi harus dilakukan melalui dialog dan musyawarah dengan warga. Pemerintah juga perlu menyiapkan lahan yang aman, bantuan pembangunan rumah, fasilitas dasar, serta jaminan legalitas dan kepastian hak milik bagi masyarakat terdampak.
Nasir berharap, keempat langkah tersebut dapat mengubah pola penanganan banjir di Lumbis dari yang bersifat reaktif menjadi kebijakan jangka panjang yang memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.***



