SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Petani Sawit Sebatik Keluhkan Akses Pupuk dan Pemasaran, DPRD Kaltara Siap Perjuangkan Aspirasi
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
DPRDKaltara

Petani Sawit Sebatik Keluhkan Akses Pupuk dan Pemasaran, DPRD Kaltara Siap Perjuangkan Aspirasi

admin01
admin01
Published Maret 10, 2026
Share
3 Min Read
SHARE

NUNUKAN — Petani kelapa sawit di wilayah perbatasan Pulau Sebatik kembali menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait sulitnya memperoleh pupuk serta kendala dalam pemasaran hasil panen. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara saat kegiatan reses di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kalimantan Utara dari Fraksi PKS, Ladullah, menerima sejumlah masukan dari masyarakat ketika menggelar reses masa persidangan tahun 2026 di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Hasanah dan dihadiri kader serta simpatisan partai, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam pertemuan itu, mayoritas warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah perbatasan. Diperkirakan hampir setengah dari penduduk Sebatik bergantung pada sektor perkebunan sawit.

Para petani mengaku dalam beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh pupuk, terutama pupuk bersubsidi. Mereka menilai distribusi pupuk belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan petani sawit di kawasan perbatasan.

Menanggapi keluhan tersebut, Ladullah menilai pemerintah perlu memastikan distribusi pupuk berjalan lebih efektif agar tidak menyulitkan petani, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal.

“Di Sebatik ada pupuk dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari Malaysia. Selama dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri dan membantu petani mempertahankan produksi, menurut saya itu bagian dari kearifan lokal masyarakat di perbatasan,” ujarnya.

Selain persoalan pupuk, petani juga mengeluhkan hambatan dalam pemasaran buah sawit. Mereka berharap proses distribusi hasil panen tidak dipersulit oleh persoalan komunikasi maupun birokrasi yang dinilai menghambat penjualan hasil kebun.

Menurut Ladullah, kelancaran rantai distribusi hasil pertanian menjadi faktor penting agar petani dapat memperoleh pendapatan yang stabil.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem distribusi pupuk sekaligus memastikan kebutuhan sarana produksi bagi petani sawit di wilayah perbatasan dapat terpenuhi dengan baik.

Ia juga menyoroti bahwa selama ini alokasi pupuk bersubsidi lebih banyak diarahkan ke sektor hortikultura, sehingga petani kelapa sawit di daerah perbatasan sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Kami berharap akses pupuk dapat dipermudah dan pemasaran hasil panen tidak dipersulit. Harapan petani sebenarnya sederhana, mereka hanya ingin hasil kebun bisa dijual dengan lancar,” katanya.

Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Ladullah menegaskan akan membawa seluruh aspirasi masyarakat tersebut ke dalam pembahasan resmi di DPRD Kalimantan Utara.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan sarana produksi bagi petani di wilayah perbatasan.

“Semua aspirasi masyarakat hari ini akan kami teruskan kepada pemerintah provinsi agar ada solusi nyata. Masyarakat perbatasan harus bisa menikmati hasil kebun dan sumber daya yang mereka miliki secara maksimal,” pungkasnya.***

You Might Also Like

KLHK Buka Suara Soal Konflik Lahan di Malinau, Masyarakat Adat Akan Diutamakan

Perda RTRW Kaltara Didorong Jadi Acuan Utama Pembangunan Daerah

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Pembukaan KKB 2025, Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya Lokal

Gubernur Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi

DPRD Kaltara Dukung Kebijakan WFA, Tekankan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

KaltaraPemprov

Kejar Target UCJ 2026, Sekprov Minta Daerah Percepat Perlindungan Pekerja

Juni 11, 2026
DPRDKaltara

DPRD Kaltara Dorong Peran Pelaku Usaha dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa

Maret 9, 2026
DPRDTarakan

DPRD Kaltara Perkuat Budaya Literasi, Dino Andrian Ajak Perempuan Ambil Peran Lewat Raperda Perbukuan

Agustus 1, 2026
KaltaraPemprov

Wagub Ajak Generasi Muda Maksimalkan Potensi Daerah Lewat Budaya dan Pariwisata 

Juni 2, 2026
KaltaraPemprov

Gubernur Ajak Masyarakat Berpartisipasi Lomba Meriahkan HUT ke-80 RI 

Agustus 25, 2025
KaltaraPemprov

Zainal A. Paliwang Dinobatkan The Best Governor 2026, Sinergi Pusat–Daerah Jadi Kunci

Januari 31, 2026

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?