TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Komisi IV, Dino Andrian, menghadirkan cara baru dalam menyampaikan kinerja sekaligus menjaring aspirasi masyarakat melalui media digital berbentuk podcast.
Dalam Podcast Benuanta Episode 2 yang tayang pada Jumat (5/6/2026), Dino memilih meninggalkan pola komunikasi formal di ruang sidang dan beralih ke dialog santai yang lebih dekat dengan masyarakat. Format ini dinilai lebih terbuka dan mudah dipahami oleh publik, terutama generasi muda.
Dino menjelaskan bahwa penggunaan podcast merupakan upaya memperluas akses komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara legislatif dan konstituen.
“Tujuannya agar informasi kerja-kerja kami tidak hanya berhenti di forum resmi. Dengan cara ini, masyarakat bisa langsung mendengar, memahami, sekaligus menyampaikan apa yang mereka rasakan,” ujarnya.
Dalam durasi sekitar 30 menit, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga persoalan sosial yang banyak dihadapi warga Kalimantan Utara.
Selain pemaparan program yang sedang berjalan, sesi tersebut juga membuka ruang interaksi langsung melalui kolom komentar siaran, yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan beragam keluhan dan harapan, seperti beasiswa, layanan BPJS, hingga bantuan sosial.
Dino menegaskan seluruh aspirasi yang masuk tidak hanya dicatat, tetapi akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan resmi di DPRD.
“Ini bukan sekadar diskusi santai. Semua masukan warga akan saya bawa ke rapat dan menjadi bahan perjuangan di lembaga,” tegasnya.
Ia berharap pendekatan digital seperti podcast ini dapat meningkatkan partisipasi publik sekaligus membuat masyarakat lebih mudah mengakses wakilnya dalam proses pembangunan daerah di Kalimantan Utara.***



