TANJUNG SELOR – Banjir yang kembali melanda Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, khususnya di bantaran Sungai Sembakung, mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
Anggota DPRD Kaltara dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Nunukan, Muhammad Nasir, menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut tidak bisa lagi ditangani hanya dengan pendekatan tanggap darurat.
Ia mengapresiasi langkah cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nunukan yang telah mengeluarkan imbauan siaga banjir kepada masyarakat. Menurutnya, langkah responsif tersebut penting untuk mengurangi risiko serta dampak yang lebih luas.
Meski demikian, Nasir menilai banjir di Lumbis memiliki persoalan yang lebih kompleks. Selain dipicu curah hujan tinggi di wilayah setempat, peningkatan debit air juga berasal dari daerah hulu, termasuk kiriman air dari wilayah Malaysia.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan musiman, tetapi sudah menjadi siklus tahunan yang bersifat struktural. Karena itu, penanganannya harus berubah menjadi lebih sistemik dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya, Rabu (26/2).
Ia menambahkan, kondisi geografis Lumbis yang berada di bantaran sungai besar menjadikan kawasan tersebut sangat rentan setiap kali terjadi lonjakan debit air secara signifikan.
Menurut Nasir, diperlukan sinergi lintas kabupaten, provinsi, bahkan lintas negara untuk merumuskan solusi komprehensif. Pemerintah daerah juga didorong untuk menyusun strategi mitigasi dan pencegahan berkelanjutan, tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi.
“Ke depan, harus ada langkah konkret yang terencana agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi ancaman banjir setiap tahun,” tegasnya.***



