SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Proyek Infrastruktur di Tana Tidung Diduga Sarat Pelanggaran, Kepentingan Rakyat Dikorbankan?
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KaltaraTana Tidung

Proyek Infrastruktur di Tana Tidung Diduga Sarat Pelanggaran, Kepentingan Rakyat Dikorbankan?

admin01
admin01
Published Oktober 14, 2025
Share
4 Min Read
Michael Yunus (Mantan Anggota DPRD KTT 2 Periode)
SHARE

TANA TIDUNG – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara, kembali menjadi sorotan akibat indikasi kuat penyimpangan dan ketidaktepatan sasaran. Mantan anggota DPRD KTT dua periode, Michael Yunus, membongkar sejumlah fakta yang mengarah pada praktik pembangunan yang tidak berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, bahkan diduga menjadi ajang mencari keuntungan oleh segelintir pihak.

Michael menilai arah pembangunan di KTT kehilangan arah dan prioritas. Alih-alih membenahi ruas jalan vital yang menjadi urat nadi perekonomian warga, anggaran justru dikucurkan untuk proyek-proyek yang tidak mendesak. “Kasihan masyarakat kita. Jalan di Seputuk, Bebatu, dan Supa seharusnya jadi prioritas utama. Faktanya? Jalan rusak parah, anak-anak sekolah sampai harus mendorong motornya. Ini potret kegagalan yang menyedihkan,” tegas Michael, Minggu (12/10/2025).

Ia mempertanyakan alasan anggaran perawatan jalan yang pernah diusulkan DPRD hingga miliaran rupiah tak kunjung direalisasi. Akibatnya, setiap musim hujan, kawasan itu terendam dan menjadi kubangan lumpur, memutus akses dan melumpuhkan ekonomi warga.

Sorotan tajam juga ditujukan pada proyek Pusat Pemerintahan (Puspem) KTT. Proyek berstatus multi years ini dinilai sebagai contoh klasik proyek mercusaran yang tidak tepat guna. “Proyek Puspem telah menyerap anggaran APBD yang sangat besar setiap tahunnya, tetapi hingga kini tak kunjung rampung. Sementara, jalan yang menjadi hajat hidup orang banyak justru dibiarkan rusak. Di mana logika dan nurani pembangunannya?” ujar Michael.

Lebih jauh, ia menduga kuat adanya praktik pencarian keuntungan pribadi (vested interest) di balik banyaknya proyek bermasalah ini. “Ini bukan lagi soal salah prioritas, tapi sudah mengarah pada praktik yang mengorbankan uang rakyat untuk keuntungan segelintir orang. Banyak proyek patut diaudit tuntas karena ada ketidaksesuaian mencolok antara dokumen perencanaan dan realisasi di lapangan,” paparnya.

Michael menyoroti ironi antara besaran anggaran dan hasil yang dicapai. Ia membandingkan dengan Kabupaten Malinau yang dinilai lebih berhasil membangun infrastruktur dengan anggaran yang mungkin lebih kecil. “KTT pernah memiliki APBD hingga Rp 1,4 triliun, sekarang sekitar Rp 900 miliar. Dana sebesar itu seharusnya cukup untuk membangun dengan hasil yang nyata. Kenyataannya? Nilai proyek besar, tetapi kualitas dan hasilnya sangat minim. Ini adalah indikasi kuat pemborosan, bahkan penyimpangan,” tegasnya.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut tuntas indikasi korupsi dan inefisiensi ini. “Banyak proyek di KTT ini seharusnya sudah berada di meja penyidik. Jangan biarkan uang rakyat terus dikorupsi oleh oknum-oknum yang hanya memikirkan kepentingan dan kantong pribadinya.”

Michael mengajukan pembanding dengan masa kepemimpinan mantan Bupati Undun Djapar. Saat itu, dengan anggaran dan peralatan terbatas, pembangunan justru berjalan nyata dan terarah. “Dulu, dengan segala keterbatasan, kita bisa membuka jalan sepanjang 92 kilometer di area hutan dan rawa. Sekarang, dengan anggaran yang lebih besar, yang tinggal mengaspal saja tidak becus. Ini jelas soal niat dan integritas, bukan soal kemampuan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Michael mendesak pemerintah daerah dan semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap proyek multi years yang tak kunjung tuntas. “Kami mendesak pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan yang dijadikan komoditi proyek untuk mengeruk keuntungan pribadi. Stop jadikan APBD sebagai ‘ladang basah’ bagi segelintir elite!”

Ia menutup dengan pesan keras, “Jangan lagi rakyat hanya dihibur oleh slogan ‘Tana Tidung Terdepan’. Kami butuh bukti, bukan retorika. Pembangunan harus untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk memperkaya mereka yang sudah berada di lingkaran kekuasaan.”***(ARM02)

You Might Also Like

Ketika Warga Desa Gunawan Bergerak: Gotong Royong Menambal Lubang Demi Keselamatan Bersama

Pemprov Targetkan PAD dari Perdagangan Karbon

BPSDM Kaltara Genjot Akreditasi dan Implementasi Corpu untuk Cetak ASN Profesional

Mentan RI Kunjungi Sajau Hilir, Dorong Percepatan Tanam untuk Swasembada Pangan 2025

Inisiatif Pelatih Sukses Gelar Kejuaraan, Sorotan Kritis terhadap Kepengurusan Taekwondo Tarakan

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

KaltaraTarakan

Reses Ketua Komisi III DPRD Kaltara di Tarakan, Wawali Ibnu Saud Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah

Februari 4, 2026
DPRDKaltara

Sosialisasi Raperda Penghargaan Daerah, DPRD Kaltara Tampung Aspirasi Masyarakat

Maret 16, 2026
DPRDKaltara

DPRD Kaltara Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-26 Malinau, Bupati Wempi Soroti Capaian Pembangunan dan Aspirasi Masyarakat Adat

November 14, 2025
KaltaraPemprov

Bangun Konektivitas, Kaltara – Kaltim Kolaborasi Pemerataan Infrastruktur

Agustus 7, 2025
KaltaraTarakan

Koperasi Merah Putih Selumit Terkendala Permodalan, Pengurus Rogoh Kocek Pribadi hingga Ratusan Juta

Februari 3, 2026
KaltaraTarakan

Tanamkan Disiplin Fiskal Sejak Dini, Pemkot Tarakan Luncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar

Agustus 1, 2025

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?