SUBSCRIBE
Aspirasi Rakyat Merdeka
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Reading: Uang Panai Rp600 Juta dan Rumah Rp1,6 Miliar Warnai Pernikahan Dua Dokter di Tarakan
Share
Aspirasi Rakyat MerdekaAspirasi Rakyat Merdeka
Font ResizerAa
  • Home
  • Kaltara
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Search
  • Home
  • Kaltara
    • Pemprov
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Tana Tidung
  • Kriminal
  • Kaltim
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Opini
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KaltaraTarakan

Uang Panai Rp600 Juta dan Rumah Rp1,6 Miliar Warnai Pernikahan Dua Dokter di Tarakan

admin01
admin01
Published September 12, 2026
Share
5 Min Read
SHARE

TARAKAN – Pernikahan dua dokter, dr. Vebriadam Syahputra Taufik dan dr. Nurul Magfirah, menjadi perhatian setelah keluarga mempelai pria menyiapkan uang panai sebesar Rp600 juta serta sebuah rumah senilai sekitar Rp1,6 miliar.

Jika digabungkan, nilai uang panai dan hadiah rumah tersebut mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Pernikahan keduanya dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.

Vebriadam merupakan putra Arfan Tauviq Arsyad dan Sri R, sementara Nurul Magfirah merupakan putri Burhan dan Sukma Wati.

Keduanya bukan pasangan yang baru saling mengenal. Hubungan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SMA. Setelah itu, keduanya melanjutkan pendidikan di Makassar hingga akhirnya memutuskan untuk membangun rumah tangga.

Menjelang hari pernikahan, keluarga besar kedua mempelai melaksanakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian adat, yakni prosesi lamaran sekaligus penyerahan uang panai atau jujuran.

Kakek mempelai pria, Iskandar, mengatakan kedatangan keluarga tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pemenuhan kesepakatan yang telah dibicarakan bersama keluarga mempelai perempuan.

“Kita mau mengantar cucu, dr. Vebriadam, yang akan menikah dengan dr. Nurul Magfirah. Kita melamar sekaligus mengantar jujuran,” kata Iskandar.

Uang Panai Rp600 Juta, Rumah Rp1,6 Miliar

Iskandar menjelaskan, nominal uang panai sebesar Rp600 juta bukan ditetapkan berdasarkan filosofi atau simbol angka tertentu.

Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan antara kedua keluarga.

“Sebenarnya tidak ada filosofinya. Istilahnya ada pertemuan antara keluarga perempuan dan laki-laki, kemudian kita sepakati. Uang tunainya Rp600 juta dan rumah Rp1,6 miliar itu hadiah dari orang tua laki-laki kepada anak,” jelasnya.

Rumah tersebut diberikan sebagai hadiah dari orang tua mempelai pria kepada kedua anaknya dan direncanakan menjadi tempat tinggal Vebriadam dan Nurul setelah menikah di Makassar.

Perwakilan keluarga mempelai pria, Muhammad Astra MKN, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari tradisi pernikahan masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurutnya, nominal uang panai tersebut menarik perhatian karena kedua calon mempelai sama-sama berprofesi sebagai dokter.

“Ini merupakan momen yang luar biasa terkait dengan uang mahar atau uang panai. Dengan jumlah Rp600 juta ditambah rumah, tentu sudah luar biasa. Apalagi yang kita dengar, profesinya dokter dan dua-duanya dokter,” ujar Astra.

Uang Panai Berbeda dengan Mahar

Astra menjelaskan, uang panai merupakan bagian dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan dan memiliki kedudukan berbeda dengan mahar dalam akad nikah.

Mahar diberikan dalam prosesi ijab kabul, sedangkan uang panai merupakan bagian dari rangkaian adat pernikahan yang disepakati oleh kedua keluarga.

“Uang panai ini bagian dari tradisi Sulawesi Selatan. Suatu keharusan, harus ada. Jadi selain pada saat ijab kabul ada namanya mahar, uang panai beda lagi. Tersendiri dia,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada nominal baku dalam menentukan uang panai. Besarannya dapat berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, tergantung kesepakatan serta berbagai pertimbangan yang ada.

“Tiap-tiap keluarga kan beda-beda ukurannya. Ada keluarganya yang mampu mungkin harganya lebih mahal. Apalagi misalnya yang dilamar ini dokter, mungkin harganya agak tinggi,” ujar Astra.

Berawal dari Teman SMA

Di balik kesepakatan adat tersebut, Vebriadam dan Nurul memiliki perjalanan hubungan yang cukup panjang.

Keduanya telah berteman sejak SMA dan kemudian melanjutkan pendidikan di Makassar. Setelah menyelesaikan pendidikan, hubungan tersebut berlanjut hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah.

Astra menyebut kedua calon mempelai kini berusia sekitar 30 tahun dan perjalanan pendidikan keduanya hampir selalu berjalan beriringan.

“Mereka teman SMA. Kemudian kuliah sama-sama di Makassar, selesai baru mereka berjanji untuk menikah,” tuturnya.

Untuk kehidupan setelah menikah, termasuk pilihan tempat tinggal maupun perjalanan karier, keluarga menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada kedua mempelai.

Keluarga berharap pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 tersebut menjadi awal yang baik bagi kehidupan Vebriadam dan Nurul sebagai pasangan suami istri.

Sebab, menurut Astra, rangkaian adat dan pesta pernikahan pada akhirnya hanyalah bagian awal sebelum keduanya menjalani kehidupan rumah tangga.

“Setiap keluarga tentu punya harapan. Yang jelas sama-sama untuk ke depan. Karena perjalanan kehidupan itu kita tidak tahu. Semoga menjadi awal yang baik,” pungkas Astra.

You Might Also Like

Peringati Hari Anak Nasional, PT PRI Gelar Lomba Semarak Karya Anak Paguntaka

HUT ke 54 Korps Pegawai Negeri, Datu Iqro Minta ASN Kaltara Jaga Integritas

Wagub Kaltara Resmi Buka Festival Budaya Dayak Agabag di Sungai Tulid

FKP 2026, Pemprov Dorong Peningkatan Mutu Layanan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Hadiri Pelantikan IPIM Tarakan, Gubernur Ajak Perkuat Persatuan dan Silaturahmi

Share This Article
Facebook Email Print

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Ad imageAd image

POSTER

Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Trending Stories

Kaltim

Bulan Bhakti IKA POLITANI Ajang Silahturahmi Alumni Dari Berbagai Daerah, Menyatukan Presepsi Untuk Membangun Negeri

Agustus 29, 2024
KaltaraPemprov

Rakor Bappeda-Litbang se-Kaltara, Momentum Sinergi Pembangunan Daerah 

November 27, 2025
DPRDKaltaraTarakan

Dino Andrian Salurkan Aspirasi Rumah Ibadah untuk Masjid Al Muflihun Tarakan

Mei 30, 2026
DPRDKaltara

Konflik Lahan Marak di Kaltara, Pansus II DPRD Siapkan Perda Perkebunan Berkelanjutan

Maret 2, 2026
Kaltara

Semarakkan HUT ke-81 RI, Lebih dari 600 Peserta Siap Ramaikan Run Night Slipi 2026 di Tarakan

Agustus 7, 2026
KaltaraTarakan

Dari Pelatihan ke Sistem, UBT–INOVASI Percepat Transformasi Pendidikan di Kalimantan Utara

Mei 8, 2026

ASPIRASI RAKYAT MERDEKA

Office Addres : Jl .Bersama 1 gg Buntu 45 RT. 45 Kel. Kr Anyar Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara 77111 Telp. : +62 821-5916-5307 Redaksi : +62 813-4703-1287

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

© Aspirasi Rakyat Merdeka.2025.

Aspirasi Rakyat Merdeka

-..-

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Contack
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?