TARAKAN – Sabtu pagi di Sei Bengawan, Kelurahan Juata Permai, Tarakan, tak seperti biasanya. Lahan jagung hijau seluas mata memandang ramai oleh orang berseragam cokelat, petani bersarung, dan pejabat yang datang dari berbagai instansi. Di tengah riuhnya panen, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., berdiri memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal III. Bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata sinergi program ketahanan pangan nasional.

Di bawah terik matahari, hadir jajaran Forkopimda Provinsi Kaltara, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kepala Bulog, tokoh masyarakat, kelompok tani Saroan, hingga pejabat utama Polda Kaltara. Meski akhir pekan, tak terlihat wajah lelah. Semangat kebersamaan lintas sektor justru menguat, seperti tanaman jagung yang tumbuh berbaris rapi di lahan seluas hektaran.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara memaparkan capaian jagung di wilayahnya. Dari total lahan seluas 5.650 hektare, 257,94 hektare telah ditanami dan 45,45 hektare sudah dipanen dengan estimasi produksi 83,55 ton. Khusus panen serentak hari ini, lahan seluas 1,25 hektare tersebar di empat kabupaten/kota, termasuk 1,5 hektare di Juata Permai. Angka-angka itu terasa hidup saat dilihat langsung: deretan tanaman yang dulu ditanam bersama, kini siap dipetik hasilnya.
Lebih membanggakan, hasil panen telah terserap 82,60 ton oleh Bulog, pabrik pakan ternak, peternak mandiri, hingga sektor swasta lainnya. Di sela-sela kegiatan, beberapa petani tampak berbincang santai dengan pejabat. Cerita mereka sederhana: program ketahanan pangan ini memberi dampak nyata pada kesejahteraan keluarga dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Sebagai simbol apresiasi, Kapolda menyerahkan bibit jagung dan mesin pemipil kepada Herman dari kelompok tani Saroan serta Ibu Lahandi sebagai perwakilan petani. Tangan-tangan mereka yang terbiasa mencangkul kini menerima bantuan dengan mata berbinar. “Ini bukan hanya bantuan, tetapi bukti perhatian,” ujar Herman singkat namun penuh makna.
Usai panen, peserta berkumpul di tenda untuk mengikuti sesi Zoom serentak bersama Kapolri, Menteri Pertanian, dan Panglima TNI yang terpusat di Kabupaten OKI Timur, Sumatera Selatan. Layar besar memperlihatkan wajah-wajah di seluruh Indonesia, serentak menggelar panen raya. Momen ini menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bukan lagi program di atas kertas, melainkan gerakan bersama.

Kalimantan Utara, dengan segala potensinya, kembali menegaskan peran strategisnya sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Di lahan yang semula sepi ini, hari itu terlihat jelas: sinergi pemerintah, aparat, dan petani bukan hanya memperkuat produksi jagung, tetapi juga menumbuhkan harapan baru akan stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat.***(ARM02)



