TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas RG bersama gabungan komunitas lari se-Kota Tarakan akan menggelar Run Night Slipi 2026 pada Jumat malam (7/8/2026). Kegiatan bertema “Olahraga Bersama, Sehat Bersama-sama” tersebut dipastikan akan diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari berbagai kalangan.

Ajang lari malam ini akan dipusatkan di kawasan Gunung Slipi, Kampung 1 Skip, Kota Tarakan, dengan titik start dijadwalkan pada pukul 19.00 WITA. Mengingat rute yang melintasi kawasan perbukitan dengan kondisi penerangan yang terbatas, panitia mewajibkan seluruh peserta membawa headlamp atau senter kepala demi menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, untuk menambah semarak suasana peringatan kemerdekaan, setiap peserta akan dilengkapi dengan gelang LED, pita, serta stiker wajah bernuansa Merah Putih.
Ketua Panitia Run Night Slipi 2026, Abdul Madjid, S.T., yang juga merupakan Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Utara Bidang Pemuda dan Olahraga, mengatakan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan. Karena itu, panitia telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta UPTD KPH Tarakan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Selain mengasah kebugaran, ajang ini membuktikan eratnya jiwa nasionalisme pemuda Kaltara. Di tengah rute nanti, para peserta akan berhenti sejenak untuk mengucapkan Ikrar Pemuda dan berfoto bersama sebelum menuju garis finis,” ujar Abdul Madjid.
Menurutnya, Run Night Slipi 2026 tidak hanya menjadi sarana olahraga dan mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi wisata Kota Tarakan melalui promosi di media sosial.
Panitia turut mengajak para kreator konten lokal untuk mengabadikan jalannya kegiatan sehingga kawasan Gunung Slipi semakin dikenal sebagai salah satu destinasi sport tourism di Kota Tarakan.
“Kami berharap peringatan HUT RI tahun ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi dan membudayakan gaya hidup sehat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga kondusivitas serta kelestarian alam Kota Tarakan,” tutup Abdul Madjid.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga lewat aktivitas positif yang mendorong gaya hidup sehat, memperkuat persatuan, serta mempromosikan potensi wisata lokal kepada masyarakat yang lebih luas. (****)



